"Hevruta" - mengikuti Pelajaran 14. Kitab Zohar

"Hevruta" - mengikuti Pelajaran 14. Kitab Zohar

Konten pelajaran
Materi

Kitab Zohar


Ini adalah sebuah kitab yang unik dan semua kabbalis sepanjang sejarah membicarakan tentang pentingnya, sebelum kita mulai, mari kita baca apa yang ditulis oleh beberapa kabbalis terbesar sebelum kita mengenai kitab ini.


Sang Pencipta tidak memiliki kepuasan di dunia-Nya kecuali ketika kita terlibat dalam Kebijaksanaan ini. Selain itu, manusia tidak diciptakan kecuali untuk mempelajari Kebijaksanaan Kabbalah. 

Chaim Vital, Pengantar Shaar HaHakdamot


 

Bahwa yang telah ditetapkan dari Atas bahwa mereka tidak boleh terlibat dalam hikmat kebenaran secara terbuka adalah untuk waktu yang terbatas, hingga selesainya tahun 1490. Dan sejak saat itu, akan disebut Generasi Terakhir, dan keputusan itu dicabut, dan izin diberikan untuk terlibat dalam Kitab Zohar. Dan sejak tahun 1540, menjadi pilihan untuk mempelajarinya secara publik, tua dan muda. Dan ... tidak pantas untuk lalai.

(Rabbi Avraham ben Mordechai Azulai, pengantar buku, “Ohr HaChama”)


Pada masa ini dibutuhkan pemerolehan Torah batiniah yang dipercepat. Kitab Zohar membuka jalan baru, membuat jalan raya di gurun, Zohar dan seluruh hasil panennya siap untuk membuka pintu penebusan.

Rav Raiah Kook, Orot 


Andai umatku mendengarkan aku di generasi ini, mereka akan belajar Zohar dan Tikunim bersama anak berusia sembilan tahun, untuk merenungkannya, dan rasa takut terhadap dosanya akan mendahului kebijaksanaannya dan menang atasnya.

Rabbi Isaac Sefarin, Notzer Chesed, Bab 4, Mishna 20


Ketika terlibat dalam buku ini, kekuatan para jiwa dan kekuatan para saleh terbangkitkan dengan kekuatan Musa…. Sebab ketika mereka terlibat di dalamnya, mereka memperbarui Cahaya yang diperbarui pada saat penyusunannya, dan Ilahi memancarkan dan menerangi dengan Cahaya itu seperti pada awal pembaruannya. Dan semua yang terlibat di dalamnya kembali dan membangkitkan manfaat yang sama dan Cahaya sebelumnya yang diungkapkan Rabbi Shimon bar Yochai dan teman-temannya pada waktu penulisannya.
(Rabbi Moshe Cordovero, Ramak, “Ohr Yakar”, Gerbang 1, bagian 5)


Dengarkanlah aku, saudara-saudara dan sahabat-sahabatku, sahabat-sahabat yang merindukan dan mencari kebenaran sejati dari pelayanan hati, untuk melihat keindahan Sang Pencipta dan mengunjungi Istana-Nya, jiwaku akan tunduk dan melekat pada Kitab Zohar, seperti yang diketahui dari ucapan para pendahulu kita sebagai obat dari keterlibatan dalam kitab suci ini.

(Rabbi Tzvi Hirschof Zidichov)


Sekarang mari kita bicarakan tentang kitab itu sendiri.


 


Kitab ini ditulis oleh Rabbi Shimon Bar Yochai pada abad ke-2 Masehi – namun kemudian disembunyikan dan kita menemukannya kembali di Spanyol, melalui Rabbi Moshe de Leon.

 

Kitab ini sebagaimana kita kenal sekarang berisi bagian-bagian berikut:


1. Hakdamat Sefer HaZohar (Pengantar Kitab Zohar) —berisi
beberapa artikel yang sepenuhnya mengungkap makna terdalam Torah.

2. Sefer HaZohar (Kitab Zohar)—terbagi menjadi bagian-bagian dan bab-bab yang
sesuai dengan bagian mingguan Torah:


- Kitab Beresheet (Kejadian): Beresheet, Noach, Lech Lecha, Vayera, Chaiey
Sarah, Toldot, Vayetze, Vayishlach, Vayeshev, Miketz, Vayigash, Vayichi.

- Kitab Shemot (Keluaran): Shemot, Vayera, Bo, Beshalach, Yitro, Mishpatim,
Terumah (Safra de Tzniuta), Tetzaveh, Ki Tissa, Veyikahel, Pekudey. 

- Kitab Vayikra (Imamat): Vayikra, Tzav, Shmini, Tazria, Metzura,
Acharey, Kedushim, Emor, BaHar, Vechukotay.

- Kitab Bamidbar (Bilangan): Bamidbar, Naso (Idra Raba), Baalotcha,
Shlach Lecha, Korach, Chukat, Balak, Pinchas, Matot.

- Kitab Devarim (Ulangan): VeEtchanen, Ekev, Shoftim, Titze,
Vayelech, Haazinu (Idra Zuta).

3. Zohar Hadash (Zohar Baru): tambahan pada bab mingguan

4. Kitab tambahan dalam Kitab Zohar yang bukan merupakan komentar langsung
atas Torah:
- Idra Raba

- Idra Zuta,

- Safra de Tzniuta

- Raza de Razin,

- Tosefta,

- Raya Mi’emna,

- dan lain-lain: Ashmatot, Sitrey Torah, Sitrey Otiot, dan Tikuney Zohar.

5. Midrash HaNe’elam (Komentar atas Kitab-Kitab): Kidung Agung, Rut,
Eicha (Ratapan)—dan atas Torah (Pentateukh).


Sekarang mari kita baca beberapa bagian disertai penjelasan Rav Dr. Michael Laitman


Mawar


 Rabbi Hizkiyah membuka (memulai): “Sebagaimana dikatakan, seperti mawar di antara duri-duri” (Shir
HaShirim, 2:2). Ia bertanya, “Apa yang dimaksud dengan mawar?” Ia menjawab, “Itulah
Kumpulan Israel, maksudnya Malchut. Sebab ada mawar, dan ada mawar.
Sebagaimana mawar di antara duri berwarna merah dan putih, demikian pula Kumpulan
Israel (Malchut) terdiri dari penghakiman dan belas kasih. Sebagaimana mawar memiliki tiga belas
kelopak, demikian pula Kumpulan Israel terdiri dari tiga belas sifat belas kasih,
mengelilinginya di semua sisi. Lagipula, Elokim (nama Sang Pencipta yang
mengisyaratkan sikap-Nya terhadap yang bawah dengan kekuatan penghakiman), sebagaimana
dikatakan, ‘Pada mulanya Elokim menciptakan’ (kalimat pertama dalam Torah),
Pada mulanya (awalnya) ketika Ia memikirkannya, Ia menciptakan tiga belas kata untuk
mengelilingi Kumpulan Israel dan melindunginya, dan inilah mereka: THE,
HEAVEN, AND-THE, EARTH, AND-THE EARTH, WAS, EMPTY, AND-
CHAOTIC, AND-THE DARKNESS, OVER, THE FACE, OF THE ABYSS,
AND-THE SPIRIT, sampai kata Elokim” (Dalam bahasa Ibrani, “dan” ditulis bersama
dengan kata setelahnya. Oleh karena itu, dianggap sebagai satu kata).


Penjelasan Rav Laitman:

Sebagai objek kajiannya, Kabbalah mempelajari satu-satunya ciptaan, satu-satunya hal yang
ada selain Sang Pencipta—diri manusia, atau “aku,” dan menelitinya. Ilmu ini membagi
diri menjadi beberapa bagian, menjelaskan struktur dan sifat masing-masing bagian, serta
tujuan penciptaannya. Kabbalah menjelaskan bagaimana setiap bagian dari diri manusia, yang disebut
“jiwa,” dapat diubah sehingga seseorang dapat mencapai tujuan penciptaan, keadaan
yang diinginkan baik oleh Sang Pencipta maupun manusia itu sendiri, asalkan ia mewujudkannya.
Tidak ada ilmu di dunia yang dapat menggambarkan, baik secara grafis maupun
analitis, menggunakan rumus, sensasi dan keinginan kita, serta betapa beragamnya
dan beraneka ragamnya itu semua. Begitulah tidak stabil, tak terduga, dan benar-benar
berbeda pada setiap orang. Hal ini karena keinginan kita muncul dalam pikiran
dan perasaan secara bertahap, dalam urutan tertentu, sehingga kita bisa menyadari
dan memperbaikinya

 

Semuanya, ada sepuluh tingkat, yang disebut “sepuluh Sefirot”: Keter, Hochma, Bina, Hesed,

Gevura, Tifferet, Netzah, Hod, Yesod, dan Malchut. Seperti sepuluh layar atau tirai,
sepuluh Sefirot ini menyembunyikan Cahaya Sang Pencipta dari kita atau Sang Pencipta itu sendiri
(yang merupakan hal yang sama). Sepuluh layar ini merupakan sepuluh tingkat jauhnya kita dari Sang Pencipta.
Oleh karena itu, untuk mendekat pada Sang Pencipta satu tingkat, yang terendah
di atas sifat kita sendiri, kita harus memperoleh sifat-sifat dari tingkat (terendah)
itu. Ini berarti sifat-sifat kita menjadi serupa dengan sifat-sifat tingkat itu, bukan lagi lebih rendah darinya. Untuk memperoleh sifat serupa berarti
memiliki keinginan yang sama. Segera setelah keinginan kita sama dengan keinginan
tingkat itu, tabirnya lenyap, dan kita seolah-olah berada di atasnya, dan hanya sembilan
tingkat yang memisahkan kita dari Sang Pencipta.
Namun, tingkat terakhir, yang paling rendah berbeda dari semua yang lain: begitu seseorang
naik dari dunia kita ke tingkat pertama, ia sudah mulai melihat
(merasakan) Sang Pencipta. Dan semua tingkat berikutnya adalah tingkat kedekatan
dengan Sang Pencipta. Hanya tingkat yang sangat terakhir, di mana kita berada saat ini, yang benar-benar
menyembunyikan Sang Pencipta, sedangkan semua Tingkat yang Lebih Tinggi hanya semakin menjauhkan-Nya.
Meskipun kita menghitung sepuluh tingkat, sebenarnya hanya ada lima. Hal ini
karena enam tingkat: Hesed, Gevura, Tifferet, Netzah, Hod, dan Yesod bergabung menjadi
satu Sefira, yang disebut Zeir Anpin (ZA). ZA sendiri kadang-kadang disebut Tifferet, karena
Sefira ini mencerminkan sifat umum dari semua enam Sefirot tersebut.
Jadi, ada lima tingkat penyembunyian dari Sang Pencipta sampai ke dunia kita:
Keter, Hochma, Bina, ZA, dan Malchut. Setiap tingkat juga disebut
Olam (dunia), dari kata Haalamah (penyembunyian). Setiap tingkat memiliki sub-
tingkatnya, yang disebut Partzufim (jamak dari Partzuf), dan tiap sub-tingkat pula memiliki sub-tingkatnya sendiri, yang disebut Sefirot (jamak dari Sefira). Jadi, keseluruhan ada 5 x 5 x 5 = 125 tingkat-
Sefirot antara kita dan Sang Pencipta

 


 

Skema

 

 


Dunia-dunia

Kabbalah mempelajari struktur dunia-dunia spiritual. Tujuan dari dunia-dunia ini
adalah untuk melemahkan sinyal (keinginan) Sang Pencipta sehingga kita dapat memahaminya
dengan egoisme kita dan menyadarinya dengan pikiran kita. Dalam bahasa Ibrani, kata
untuk “dunia” adalah Olam (dari kata Haalamah—artinya penyembunyian), karena
dunia-dunia ini menyembunyikan dan melemahkan Cahaya Sang Pencipta sedemikian rupa sehingga
kita dapat merasakannya.
Bergantung pada kualitas spiritual masing-masing, pada tingkat pencapaian seseorang
(egoisme sempurna = dunia kita, sebagian altruistis = dunia spiritual),
kita memandang Sang Pencipta atau Cahaya-Nya secara berbeda pada masing-masing dari 125 tingkatan. Jumlah
125 tingkatan ini sebenarnya hanya sepuluh saja, disebut “sepuluh Sefirot antara Sang Pencipta dan
kita,” di mana tiap Sefira yang lebih rendah menyalurkan lebih sedikit Cahaya Sang Pencipta,
sebagaimana dirasakan oleh mereka yang ada di tingkat tersebut. Semakin rendah Sefira, semakin sedikit Cahaya Sang Pencipta yang diterima
oleh mereka di bawahnya.
 


SEFIROT


Inilah nama-nama Sefirot: Keter, Hochma, Bina, Hesed, Gevura, Tifferet,
Netzah, Hod, Yesod, dan Malchut. Namun, enam di antaranya digabungkan menjadi satu
Sefira, yang disebut Zeir Anpin, jadi semuanya ada lima Sefirot: Keter, Hochma, Bina,
ZA, dan Malchut. Juga, ZA sendiri (ZA biasanya dianggap sebagai Sefira laki-laki) kadang-kadang
disebut Tifferet, karena Tifferet adalah Sefira utamanya, yang menyerap semua sifat enam Sefirot ZA. Maka, Sang Pencipta hanya menciptakan lima Sefirot:

Keter—keinginan Sang Pencipta untuk memberikan kenikmatan kepada kita, Malchut;

Hochma—kenikmatan itu sendiri, yang hendak diberikan Sang Pencipta kepada kita;

Bina—menyampaikan kenikmatan dari Hochma ke ZA;

ZA—menerima kenikmatan dari Bina dan menyampaikannya pada Malchut;

Malchut—menerima kenikmatan.


Malchut sendiri adalah makhluk—keinginan egoistik untuk menerima kenikmatan, untuk menikmati
Cahaya Sang Pencipta. Keinginan ini untuk menikmati Cahaya Sang Pencipta atau Sang Pencipta
(yang sama saja) adalah esensi Malchut. Kita adalah bagian dari Malchut.
Namun, jika kita hanya memiliki keinginan yang egoistik, kita merasakan Cahaya Sang Pencipta sebagai kenikmatan
di dunia kita. Ini adalah dosis mikro dari Cahaya-Nya. Dengan memperbaiki keinginan-
sifat-sifat kita, kita dapat naik ke tingkatan spiritual Dunia-dunia Tinggi, dan di sana
mengalami kenikmatan sejati dari Sang Pencipta.

Menurut Pemikiran Penciptaan, Malchut harus menerima Cahaya dari
empat Sefirot sebelumnya, dan menikmatinya. Oleh karena itu, Malchut sendiri terdiri dari lima
bagian: ia menerima Cahaya dari Sefirot sebelumnya dalam empat bagian, dan merasakannya
pada bagian kelima.

Semua Sefirot sebelum Malchut (kecuali Malchut) serupa dengan organ sensorik kita,
dan Malchut seperti jantung yang menerima dari seluruh organ: otak,
penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan peraba. Jantung adalah Malchut, dan organ sensorik
adalah sembilan Sefirot pertama sebelum Malchut. Semua bagian Malchut ini
bersifat egoistik—mereka ingin menerima Cahaya (kenikmatan) untuk menikmatinya. Dengan sifat seperti ini,
Malchut tidak dapat menerima lebih dari dosis mikro Cahaya di dunia kita, merasakan Sang Pencipta dengan cara yang disebut “dunia ini.”


Namun, jika Malchut, yaitu, kita masing-masing, menerima keinginan (aspirasi)
dari Atas untuk memberikan kenikmatan kepada Sang Pencipta sebesar kita merasakan
Sang Pencipta memberi pada kita, dengan sifat (keinginan) seperti ini, seseorang akan naik secara spiritual
ke tingkat di atas dunia kita. Ia akan merasakan Sang Pencipta sebagai Cahaya spiritual, kenikmatan altruistik dan pengetahuan yang besar, mencapai pikiran-pikiran luhur
serta hakikat eksistensi

Malchut hanya dapat menerima Cahaya dalam keinginan anti-egoistik. Jika keinginan seperti itu
muncul dalam Malchut sebagai akibat dari kesadaran bahwa egoisme adalah musuhnya (dengan
bantuan Kabbalah), sejauh kebenciannya pada egoisme, Malchut dapat menolak
kenikmatan egoistik demi kesempurnaan spiritual, yaitu, kemiripan dengan
Sang Pencipta dalam keinginannya untuk menyenangkan-Nya dan bertindak demi-Nya.

Kemampuan untuk menolak penerimaan kenikmatan egois ini disebut “layar,” dan
kenikmatan yang ditolak disebut “Cahaya Kembali,” dan kenikmatan yang sampai ke
Malchut disebut “Cahaya Langsung.” Justru dalam kenikmatan yang ditolak, yaitu
dalam keinginan memberi dengan tulus, tanpa pamrih, maka seseorang dapat merasakan Cahaya Sang Pencipta dan Pengetahuan Tertinggi.

Karena Malchut (egoisme manusia) harus menolak kenikmatan dari lima bagian
egoismenya, layar pemantul juga harus terdiri dari lima bagian. Karena itu, layar tersebut menciptakan lima
bagian Cahaya Kembali. Lima bagian dalam Malchut dinamai menurut nama
Sefirot yang darinya bagian itu menerima. Lima jenis Cahaya Langsung itu disebut
NRNHY: Nefesh, Ruach, Neshama, Haya, dan Yechida. 


Setelah Malchut memantulkan Cahaya (kenikmatan), ia memutuskan untuk menerimanya guna
menyenangkan Sang Pencipta, karena Sang Pencipta ingin Malchut menerima kenikmatan dan merasakan-Nya.
Pemantulan seluruh kenikmatan masuk disebut Rosh (kepala). Penerimaan sebagian Cahaya sejauh
kemampuan anti-egois seseorang disebut Toch


Sekarang mari kita perjelas apa yang tertulis di Zohar: Ada sepuluh Sefirot: Keter
(K), Hochma (H), Bina (B), Hesed (H), Gevura (G), Tifferet (T), Netzah (N), Hod
(H), Yesod (Y), dan Malchut (M). Namun, sebenarnya hanya ada lima:
Keter (K), Hochma (H), Bina (B), Tifferet (T), dan Malchut (M). Ini karena
Tifferet (juga disebut Zeir Anpin—ZA) terdiri dari enam Sefirot, dari Hesed hingga
Yesod. Lima Sefirot KHB-ZA-M menciptakan lima Partzufim di setiap dunia. Di dunia
Atzilut, Partzufim ini adalah Arich Anpin (AA), Aba ve Ima (AVI), dan Zeir Anpin
dan Nukva (ZON). Keter disebut AA; sedangkan Hochma dan Bina disebut
AVI; dan ZA (Tifferet) dan Malchut disebut ZON.
Inti dari tujuh hari penciptaan terletak pada Partzufim ZA dan Nukva dari
dunia Atzilut, yang terdiri dari tujuh Sefirot: HGT-NHYM. Dan dari

deskripsi penciptaan terlihat bagaimana AVI (Hochma dan Bina) melahirkan ZON (seluruh
ciptaan, termasuk kita) dan mengangkatnya ke keadaan akhirnya selama 6.000
tahun. Inilah yang diceritakan Kitab Zohar.
Rabbi Hizkiyah memulai penjelasan tentang Nukva dari dunia Atzilut
dengan memperjelas kelahiran ZON dari Ima (Bina), yang disebut Elokim. Karena itu ia
memulai penjelasannya dengan mawar, Nukva dari ZA. Pada puncak penyempurnaannya,
Nukva dari ZA disebut Knesset Israel, Kumpulan Israel.
Sebab Nukva terdiri dari semua jiwa yang disebut Israel; oleh karena itu, dikatakan bahwa mawar itu adalah
Knesset Israel.
Ada dua keadaan pada mawar (Malchut). Keadaan terendah, awal, kecil
(Katnut) adalah ketika Malchut hanya terdiri dari Sefira Keter yang dipenuhi Cahaya
Nefesh, sedangkan sembilan Sefirot lainnya adalah bagian yang jatuh dari dunia Atzilut
ke dunia Beria. Keadaan Nukva yang lain adalah matang, besar, lengkap
(Gadlut), ketika sembilan Sefirotnya naik kembali dari dunia Beria ke
dunia Atzilut, dan melengkapi sepuluh Sefirot penuh dari Partzuf-nya. Maka, dalam kesetaraan dengan suaminya, Malchut naik bersamanya ke AVI dan menyelimutinya, yaitu menerima Cahaya mereka.
Penyelubungan Partzuf bawah/luar pada Partzuf Atas/Dalam berarti
Partzuf bawah mencapai bagian dari Partzuf Atas, naik ke tingkat spiritual Lebih Tinggi,
dan menjadi mirip dengan Partzuf Atas.
Dalam keadaan itu, ZA disebut Israel, dari huruf LI (untukku) dan ROSH
(kepala), yang menandai keadaan Gadlut, sedangkan Nukva disebut “Kumpulan
Israel”, karena ia mengumpulkan seluruh Cahaya dari suaminya, ZA, dan meneruskannya
kepada yang lebih rendah—jiwa-jiwa di dunia BYA.
Keadaan Katnut Nukva disebut “mawar di antara duri”, karena sembilan Sefirotnya yang lebih rendah
dalam keadaan Katnut jatuh ke bawah Parsa dunia Atzilut, sehingga
kehilangan Cahaya dunia Atzilut, dan menjadi kering seperti duri. Sedangkan dalam
keadaan Gadlut, Nukva cukup disebut “mawar” atau “Kumpulan Israel”. Karena inilah
tertulis, “ada mawar, dan ada mawar.”
Warna merah menandakan keterkaitan mawar dengan kekuatan luar yang najis,
yang, karenanya, dapat mengisap kekuatan (Cahaya) dari mawar itu. Ini karena sembilan Sefirotnya
berada dalam pengasingan di bawah dunia Atzilut, dalam dunia Beria, yang sudah
dapat menjadi wadah bagi kekuatan najis. Dan mawar juga memiliki warna
putih dalam Sefira Keter-nya, sebab Sefira Keter-nya berada di dunia Atzilut, di atas
Parsa, di mana tidak ada kontak dengan kekuatan bawah, kekuatan najis. Dengan kata lain,
ada dua keadaan yang bertolak belakang: kesempurnaan dan kekurangannya, Cahaya dan kegelapan.
 


 

Karena itu tertulis bahwa sebagaimana mawar di antara duri-duri yang berwarna merah
dan putih, demikianlah Kumpulan Israel terdiri dari penghakiman dan belas kasih. Ini
menunjukkan bahwa dalam Gadlut, saat Malchut disebut Knesset Israel, meskipun ia
naik ke Bina dan menyelimutinya, ia tetap mempertahankan sifat penghakiman,
pembatasan—suatu sikap yang keras dan adil, bukan penuh belas kasih. Hal ini
karena ia membutuhkan layar (kekuatan menahan keinginan egoisnya),
yang, jika ada, memungkinkan Malchut menerima Cahaya Atas.


Hukum, penghakiman, atau pembatasan tidak memperbolehkan penerimaan Cahaya
dalam keinginan egoistik. Layar, aspirasi untuk melawan keinginan egoistik,
menolak Cahaya Atas (kenikmatan) kembali ke sumbernya, Sang Pencipta. Cahaya yang
manusia kirimkan kembali disebut “Cahaya Kembali” atau “Cahaya Penghakiman.”

 

Sesuai dengan kekuatan menahan (yaitu, kekuatan untuk menahan keinginan menerima),
seseorang diperbolehkan menerima sepuluh Sefirot Cahaya Atas
(yang disebut Cahaya Langsung atau Cahaya Belas Kasih) demi Sang Pencipta, tepat di
keinginan-keinginan altruistik ini. Karena itu, bahkan dalam keadaan lengkap, Kumpulan
Israel terdiri dari penghakiman dan belas kasih, yang sesuai dengan warna merah dan
putih mawar di antara duri-duri


Baik, kita berhenti di sini, tetapi ada dua hal:

- kita bisa melihat bahwa bahasa Zohar ditulis dengan sangat ringkas mengenai keadaan spiritual tertentu (yang hanya sekilas kita lihat hari ini) – dan dalam bahasa Kabbalah, kita memerlukan jauh lebih banyak kata dan penjelasan – dan inilah yang dilakukan Baal HaSulam dalam komentarnya atas Zohar, beliau memberikan kita versi yang diperjelas agar kita bisa menerjemahkan keadaan-keadaan ini menjadi tindakan jiwa kita, dan untuk lebih memahami maksud Zohar, beliau juga menulis 4 pengantar untuk Kitab Zohar, jadi jangan berkecil hati jika belum memahami semuanya, kita akan kembali mempelajarinya dengan lebih banyak persiapan dan seiring waktu serta ketekunan semuanya akan menjadi jelas sehingga Anda akan merasa buku ini memang pantas bernama Kitab Zohar – cahaya – bersinar di dunia kita.

- Sementara itu kita perlu ingat apa yang Baal HaSulam tulis di pengantar Studi Sepuluh Sefirot:

Walaupun mereka tidak memahami apa yang mereka pelajari, melalui kerinduan dan keinginan besar untuk memahami apa yang mereka pelajari, mereka membangkitkan atas diri mereka Cahaya yang mengelilingi jiwa-jiwa mereka.

Baal HaSulam, Pengantar Studi Sepuluh Sefirot

 

Jadi semuanya tergantung niat saat belajar dan minggu depan, topiknya benar-benar akan “Niat”