"Hevruta" - mengikuti Pelajaran #2

"Hevruta" - mengikuti Pelajaran #2

Esensi Kearifan Kabbalah

Konten pelajaran
Materi

Roadmap Kursus "Dasar-dara kearifan Kabbalah":

Silabus Lengkap Kursus >>

- Pertemuan #2


Ringkasan Minggu Lalu

- Minggu siang: Kursus Langsung dari Israel

- Kamis Malam: Kursus dalam Bahasa Indonesia


Alam

Alam adalah sistem yang saling terhubung

Beberapa hukum dikenal, beberapa masih belum terungkap

Sebagian dari sistem telah terungkap, dan sebagian lainnya masih tersembunyi.

Manusia bukan di atas alam, tetapi adalah bagian dari sistem yang besar dan kompleks, dan terhubung dengannya melalui banyak koneksi yang tak terlihat

Ketidakseimbangan antara menerima dan memberi dalam hubungan manusia menyebabkan ketidakseimbangan dengan alam global.

Kekurangan keseimbangan memerlukan koreksi

Karena tidak ada perbedaan apapun dalam ketaatan terhadap hukum Alam, seperti yang telah saya buktikan sebelumnya, maka lebih baik bagi kita untuk mencapai kesepakatan bersama dan menerima kata-kata dari para Kabbalis, bahwa “Alam” (הטבע) memiliki nilai numerik (guematria) yang sama dengan “Tuhan” (אלהים), yaitu delapan puluh enam.

Dengan demikian, saya dapat menyebut “hukum Tuhan” sebagai “perintah Alam,” atau sebaliknya—“perintah Tuhan” sebagai “hukum Alam.” Karena itu adalah satu dan sama, dan kita tidak perlu membuang banyak kata pada hal yang sia-sia.

Mulai sekarang, sangat penting bagi kita untuk mengamati dengan cermat perintah Alam, untuk mengetahui apa yang dimintakan dari kita.

Baal HaSulam - Kedamaian

Karakteristik dari keinginan untuk menerima

  • Keinginan kita terus bertumbuh sepanjang waktu.
  • Isi yang dicapai dengan banyak usaha dirasakan untuk waktu yang singkat dan menghilang.
  • Ketika isi hilang - itu meninggalkan kita dengan kekosongan yang lebih besar.
  • Ketika kenikmatan meningkat dalam kualitas, isinya bertahan lebih lama.
  • Keinginan tidak berada di bawah kendali orang.
  • Keinginan sangat dipengaruhi/dikendalikan oleh lingkungan.
  • Keinginan tidak dapat dibatalkan - adalah mungkin untuk menguranginya melalui penderitaan.
  • Egoisme = kenikmatan seseorang datang dengan mengorbankan orang lain.
  • Keinginan sebagai substansi bersifat netral.
  • Ego = kebencian alami yang tidak berdasar terhadap orang lain, seseorang akan selalu lebih memilih pemenuhan untuk dirinya sendiri daripada pemenuhan orang lain, dan biasanya hal ini akan terjadi dengan mengorbankan orang lain.

Ringkasan Pelajaran 2

“Hakikat dari Kebijaksanaan Kabbalah”

  • Pemikiran Penciptaan dan tujuannya
  • Kebetulan atau desain — apakah ada sistem yang mengarahkan di balik realitas?
  • Pengenalan kepada sumber Kabbalah yang otentik

“Kebijaksanaan ini tidak lebih dan tidak kurang dari serangkaian akar yang turun melalui hubungan sebab dan akibat, mengikuti hukum yang tetap dan ditentukan yang saling terkait menuju tujuan agung digambarkan sebagai “penyingkapan Ketuhanan-Nya kepada makhluk-Nya di dunia ini.””

- Baal HaSulam. "Hakikat dari Kebijaksanaan Kabbalah"


Glosarium Kabbalistik

Titik dalam Hati – Keinginan untuk mengungkapkan spiritualitas, yang muncul dalam diri seseorang. 
Dalam Kebijaksanaan Kabbalah, "hati" mewakili semua keinginan duniawi seseorang, sedangkan "titik dalam hati" melambangkan keinginan baru untuk mengungkapkan tujuan hidup.

  • Kearifan Kabbalah – Metode untuk mengungkapkan Pencipta kepada makhluk yang diciptakan di dunia ini.
  • Pencipta – Dari kata Ibrani Bo’Reh, yang berarti “datang dan lihat”; kekuatan umum dari alam, kehendak untuk memberi.
  • Kli (Ibrani: bejana) – Keinginan, makhluk, atau kehendak untuk menerima.
  • Dunia (Ibrani: Olam) – Berasal dari Ha’alama, yang berarti "penyembunyian".

TOPIK PELAJARAN SELANJUTNYA

Pelajaran 3 — 23 Nov 2025

Mode Tiga Aksis

  • Proses terstruktur penciptaan menurut kebijaksanaan Kabbalah.
  • Evolusi keinginan manusia sepanjang sejarah.
  • “Keunggulan cahaya atas kegelapan” — arti dan hukum spiritual yang diungkapkannya.
  • Bagaimana kita mulai merasakan dan memasuki dunia spiritual.

Materi Tambahan