Pelajaran 6: Perkembangan Kearifan Kabbalah dari Generasi ke Generasi

Pelajaran 6: Perkembangan Kearifan Kabbalah dari Generasi ke Generasi

Kita belajar tentang peran seorang guru spiritual dan arti sebenarnya dari seorang 'Kabbalist'. Pelajari tentang sejarah perkembangan Kabbalah dan kaitannya dengan pertumbuhan spiritual kolektif dan peristiwa bersejarah. Pahami bagaimana kearifan Kabbalah diturunkan dari generasi ke generasi. Temukan penulis utama yang membentuk Kabbalah dan kontribusi mereka terhadap kebijaksanaan spiritual yang mendalam ini.

Konten pelajaran
Materi
  • Siapakah guru spiritual menurut kearifan Kabbalah? Apa itu 'Kabbalis' dan siapakah Kabbalis sejati?
  • Bagaimana kearifan Kabbalah berkembang sepanjang sejarah, dan adakah hubungan antara perkembangan spiritual kolektif kita dan berbagai peristiwa sejarah?
  • Bagaimana hikmah Kabbalah diwariskan dari generasi ke generasi?

Avraham adalah landasan titik didalam hati


Abraham, putra Terach, pergi dan melihat mereka membangun kota dan menara... tetapi mereka membenci perkataannya... Mereka ingin berbicara dalam bahasa satu sama lain tetapi mereka tidak mengetahui bahasa satu sama lain. Apa yang mereka lakukan? Mereka masing-masing mengambil pedangnya dan bertarung satu sama lain sampai mati. Memang benar, separuh dunia mati di sana karena pedang.‎
(Bab Rabbi Eliezar, Bab 24‎)


Pada usia empat puluh tahun, Abraham mulai mengenal Penciptanya. …Dia mulai berseru kepada seluruh dunia, untuk mengingatkan mereka bahwa hanya ada satu Tuhan di seluruh dunia dan bahwa Dialah yang harus dilayani. Dia akan berseru, mengembara dari kota ke kota dan dari kerajaan ke kerajaan, [...] Akhirnya, puluhan ribu orang berkumpul di sekelilingnya, dan mereka adalah orang-orang dari bait Abraham.
Rambam, Mishneh Torah


"Cintai tetanggamu seperti kamu mencintai diri sendiri." Semua hal yang Anda ingin orang lain lakukan untuk Anda, lakukanlah kepada saudara-saudara Anda … Ini adalah hukum yang ditetapkan oleh Abraham Bapa Kami dan cara belas kasihan yang dia lakukan, memberikan makanan dan minuman kepada orang yang lewat dan menemani mereka.
(Rambam, Mishneh Torah)


Melalui karya lengkapnya dengan kasih yang besar, Abraham bekerja dan menanamkan kepada kita akar kekudusan sehingga kita pun dapat berjalan di jalan-Nya, melayani Sang Pencipta dengan kasih. Inilah yang dimaksud dengan “keturunan Abraham yang mengasihi Aku.” Ia ingin mengatakan bahwa Abraham telah menaburkan cinta ini kepada semua orang di dunia.
(Noam Elimelekh, Devarim)