Pelajaran No. 14 - Kebesaran Guru dalam Kebijaksanaan Kabbalah
Kebesaran Guru dalam Kebijaksanaan Kabbalah
Pelajaran 28
Peran "Guru" dalam Kebijaksanaan Kabbalah
Kutipan Pilihan dari Sumber
Slide 2
Dari: Baal HaSulam, "Pendahuluan Kitab Zohar", Surat No. 57.
"Jika seribu orang buta berjalan beriringan di jalan dan di antara mereka ada setidaknya satu pemimpin yang dapat melihat, mereka dijamin berjalan di jalan yang benar dan tidak jatuh ke lubang dan rintangan karena mereka mengikuti yang melihat yang memimpin mereka. Tetapi jika orang itu tidak ada, mereka pasti akan tersandung pada setiap rintangan di jalan dan semuanya akan jatuh ke dalam lubang."
Slide 3-4
Dari: Baal HaSulam “Waktunya Bertindak”
"Namun sejak buku-buku mulai dicetak dan penulis tidak lagi membutuhkan juru tulis, harga buku telah menurun. Hal ini membuka jalan bagi penulis yang tidak dapat dipercaya untuk menerbitkan buku apapun yang mereka inginkan, demi uang atau kemuliaan. Tapi mereka tidak mempertimbangkan tindakan mereka sendiri dan tidak mengkaji konsekuensi dari pekerjaan mereka. [...]
Karena itu, persepsi publik tentang masalah-masalah ini telah sangat rusak. Selain itu, ada suasana sembrono, dan orang-orang berpikir bahwa sekilas sambil bersantai sudah cukup untuk mempelajari hal-hal yang begitu luhur, [...] dan menarik kesimpulan berdasarkan keadaan pikiran mereka sendiri.
Inilah alasan yang mendorong saya untuk keluar dari jalan saya dan memutuskan bahwa inilah saatnya untuk “berbuat untuk Tuhan” dan menyelamatkan apa yang masih bisa diselamatkan. Maka, saya telah mengambil keputusan untuk mengungkap sebagian dari esensi sejati, yang berkaitan dengan hal ini, dan menyebarkannya ke bangsa."
Slide 5
Dari: Baal HaSulam “Studi Sepuluh Sefirot”. Vol. 1. Bagian 1. Pengamatan Batin
"...Mereka yang matanya belum terbuka untuk melihat surga, dan belum memperoleh kemahiran dalam hubungan cabang-cabang dunia ini dengan akar mereka di dunia atas, adalah seperti orang buta yang mengikis tembok. Mereka tidak akan memahami makna sejati dari satu kata pun, karena setiap kata adalah nama dari cabang yang berhubungan dengan akarnya.
Hanya jika mereka menerima penjelasan dari seorang bijak sejati yang rela menjelaskan masalah ini dalam bahasa yang diucapkan, yang tentu saja seperti menerjemahkan dari satu bahasa ke bahasa lain, yaitu dari bahasa cabang ke bahasa yang diucapkan, barulah ia dapat menjelaskan istilah spiritual sebagaimana adanya."
Slide 6
Dari: Baal HaSulam “Kebebasan”
Ini dapat diibaratkan seperti orang sakit yang tidak mau menaati perintah dokter sebelum ia sendiri memahami bagaimana nasihat itu akan menyembuhkan dirinya, dan karena itu ia mulai belajar ilmu kedokteran sendiri. Ia bisa saja meninggal dunia karena penyakitnya sebelum ia mempelajari ilmu kedokteran.
Slide 7
Dari: Baal HaSulam. Shamati Artikel No.99.
...Seseorang memiliki pilihan untuk pergi ke tempat di mana ada orang-orang saleh. Seseorang dapat menerima otoritas mereka, dan kemudian ia akan menerima semua kekuatan yang tidak dimilikinya secara alamiah. Ia akan menerimanya dari orang-orang saleh itu. Inilah manfaat dari “menanam mereka di setiap generasi”, sehingga setiap generasi memiliki seseorang untuk dituju, ditempelkan, dan dari siapa menerima kekuatan yang dibutuhkan untuk bangkit ke derajat orang saleh. Dengan demikian, mereka juga kemudian menjadi saleh.
Slide 8
Dari: Baal HaSulam, Surat No. 47
"Izinkan saya mengingatkan Anda pentingnya cinta persahabatan meski apapun pada saat ini, karena pada inilah hak kita untuk eksis bergantung, dan pada inilah keberhasilan kita yang akan segera datang diukur…
Oleh karena itu, jauhilah segala keterikatan semu dan arahkan hati Anda untuk memikirkan pikiran dan menyusun taktik yang tepat agar benar-benar mempersatukan hati Anda sebagai satu, sehingga kata-kata “Cintailah temanmu seperti dirimu sendiri” benar-benar terwujud pada diri Anda.
[...] dan Anda akan dibersihkan oleh pikiran cinta yang akan menutupi segala kesalahan. Ujilah hal itu pada saya, dan mulailah benar-benar terhubung dalam cinta, maka Anda akan melihat, “langit-langit akan merasakan”..."
Slide 9
Dari: RABASH, Artikel No. 14, "Kebutuhan Akan Cinta Persahabatan"
"Ada kekuatan khusus dalam penyatuan teman. Karena pandangan dan pikiran berpindah dari satu ke yang lain melalui keterikatan di antara mereka, masing-masing digabungkan dengan kekuatan yang lain, dan dengan itu, masing-masing memiliki kekuatan seluruh masyarakat. Oleh karena itu, meskipun setiap orang adalah individu, ia memiliki kekuatan seluruh masyarakat."
Slide 10-11
Dari: Baal HaSulam, Shamati, Artikel No. 25, "Hal-hal yang Datang dari Hati"
"...Ketika seseorang mendengar kata-kata Taurat dari gurunya, ia langsung setuju dengan gurunya dan memutuskan untuk menjaga kata-kata gurunya dengan hati dan jiwanya. Tetapi kemudian, ketika ia keluar ke dunia, ia melihat, menginginkan, dan terinfeksi oleh banyak hasrat yang berkeliaran di dunia. [...] Mereka menundukkannya, ia bercampur dengan keinginan-keinginan mereka [...]. Ia tidak punya pilihan; ia terpaksa memikirkan, menginginkan, mendambakan, dan menuntut segala yang dituntut mayoritas. Lalu ia memilih pikiran asing mereka dan hawa nafsu serta keinginan yang menjijikkan [...].
Sebaliknya, hanya ada satu nasihat saat itu: berpeganglah pada gurunya dan pada buku-buku. [...] Hanya dengan berpegang pada mereka ia dapat mengubah pikiran dan kehendaknya menjadi lebih baik. Namun, argumen cerdas tidak akan membantunya mengubah pikirannya, hanya obat Dvekut [penyatuan]..."
Slide 12-15
Dari: Baal HaSulam “Pidato Penyempurnaan Zohar”
"...Para bijak kita menasihati: “Buatkan dirimu seorang rav [guru/orang besar] dan belilah sendiri seorang teman.” Ini berarti seseorang harus memilih untuk dirinya sendiri seseorang yang penting dan ternama untuk menjadi rav-nya, dan dari padanya ia akan mampu sampai pada keterlibatan dalam Taurat dan Mitzvot dengan tujuan untuk memberikan kepuasan kepada Penciptanya.
Hal ini karena ada dua pelonggaran mengenai rav seseorang:
- Karena ia adalah orang penting, murid dapat mempersembahkan sesuatu untuk menyenangkan hatinya, atas dasar keluhuran dari rav-nya, karena memberi menjadi seperti menerima baginya. Ini adalah bahan bakar alami, sehingga seseorang dapat selalu meningkatkan tindakan pemberian. Setelah seseorang terbiasa terlibat dalam memberi pada rav-nya, ia dapat memindahkannya pada keterlibatan dalam Taurat dan Mitzvot Lishma kepada Sang Pencipta juga, karena kebiasaan menjadi sifat kedua.
- [...] Persamaan bentuk dengan rav-nya. Karena rav berada di dunia ini, dalam waktu, persamaan bentuk dengannya membantu meskipun hanya sementara dan setelah itu ia memburuk lagi.
Dengan demikian, setiap kali seseorang menyamakan bentuk dengan rav-nya, ia menempel pada rav-nya untuk suatu waktu. Akibatnya, ia memperoleh pengetahuan dan pemikiran dari rav-nya, sesuai dengan tingkat Dvekut-nya…[...]. Karena alasan ini, murid dapat menggunakan pencapaian rav-nya atas kebesaran Sang Pencipta, yang membalikkan pemberian menjadi penerimaan dan menjadi bahan bakar yang cukup untuk memberikan hati dan jiwanya. Pada saat itu, murid juga akan mampu terlibat dalam Taurat dan Mitzvot Lishma dengan hati dan jiwanya sendiri, yang merupakan obat untuk menghasilkan Dvekut abadi dengan Sang Pencipta."
Slide 16-17
Dari: Baal HaSulam, Shamati, Artikel No. 40, "Berapa Ukuran Iman kepada Rav?"
"Hanya seseorang yang sudah berada di dalam otoritas tunggal yang dapat membedakan dan mengenal kebenaran. Oleh karena itu, seseorang harus percaya pada pendapat rav-nya dan mempercayai apa yang dikatakan oleh rav-nya. Artinya, seseorang harus menjalani seperti yang diarahkan oleh rav-nya.
Dan meskipun ia melihat banyak argumen dan banyak ajaran yang tidak sejalan dengan pendapat rav-nya, ia harus tetap percaya pada pendapat rav-nya dan berkata bahwa apa yang ia pahami dan apa yang ia lihat di buku-buku lain yang tidak sejalan dengan pendapat rav-nya, ia harus mengatakan bahwa selama ia berada di dalam banyak otoritas, ia tidak dapat memahami kebenaran, dan ia tidak dapat melihat apa yang tertulis di buku lain, meskipun mereka mengatakan kebenaran.
Diketahui bahwa ketika seseorang masih belum mendapatkan pahala, Tauratnya menjadi baginya racun kematian."
Slide 18-19
Dari: Rabbi Elimelech dari Lizhensk, Noam Elimelech [Kemanisan Elimelech]
"Orang saleh, dengan kesalehannya, menanamkan keinginan dan pikiran baiknya pada orang lain, sehingga mereka pun akan memiliki keinginan baik untuk melekat kepada Sang Pencipta dengan segenap hati. Dengan menanamkan keinginan itu pada orang lain, hal itu sudah dianggap sebagai sebuah tindakan, karena tindakan pada orang lain dibuat dari keinginan yang ia miliki. Inilah makna ayat, "Engkau membuka tangan-Mu dan memuaskan segala yang hidup dengan keinginan," karena orang saleh memperluas kelimpahan ke dunia dan ke setiap orang. Dan bagaimana ia melakukan itu?
Dengan menanamkan keinginannya pada orang lain. Maka, mereka semua telah menjadi saleh melalui dirinya. Dengan ini ia dapat menyebarkan kelimpahan besar pada mereka karena orang saleh adalah orang yang seolah-olah membuka tangannya kepada Sang Pencipta untuk memberi dunia. Dan dengan apa ia membuka? Ayat itu menafsirkan, "dan memuaskan segala yang hidup dengan keinginan," dengan memuaskan semua orang dengan keinginan untuk mencintai Sang Pencipta."